Mungkin
di antara teman2 ada yang pernah jatuh cinta (jelas_angkat tangaan !!^o^) atau
bahkan pernah mengalami yang namanya putus cinta? (sembunyikan
tangaaan_syalalala)..
Well.. cinta itu fitrah ibarat manusia perlu makan, perlu minum, perlu cari ilmu, dan sama..manusia juga perlu cinta.. ga usah yang ribet atau mikir terlalu jauh, cinta pada orang tua, pada adik/kakak, pada guru..juga bernama cinta..atau pada lawan jenis (uuuups)..it’s called love too.
Well.. cinta itu fitrah ibarat manusia perlu makan, perlu minum, perlu cari ilmu, dan sama..manusia juga perlu cinta.. ga usah yang ribet atau mikir terlalu jauh, cinta pada orang tua, pada adik/kakak, pada guru..juga bernama cinta..atau pada lawan jenis (uuuups)..it’s called love too.
Kata Hamka, Cinta adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.
Cinta datang ibarat hujan yang membasahi padang rumput yang gersang, ibarat bunga yang akhirnya mekar setelah kuncup, ibarat nilai 100 yang kita dapetkan di ujian, ibarat salju yang turun, ibarat dapet arisan, ibarat menang olimpiade matematika, daan segudang ibarat-ibarat yang lainnya (monggo ditambahkan sendiri ^^). Permasalahannya, bisakah kita, adik-adik kita yang masih remaja, atau bahkan anak-anak kita mengelola perasaan cinta dengan bijak? Loh, mengapa harus demikian?
Faktanya
perasaan cinta pun (katanya) bisa menjerumuskan. Jikalau kita tidak bisa
mengendalikan emosi dengan bijak, membiarkan hawa nafsu yang menguasai, alamak
cinta terlarang yang kita dapatkan. Berikut ada beberapa tips yang bisa
dilakukan, terutama untuk membimbing kita atau orang-orang terdekat kita agar
dapat bijak dalam mengelola cinta. Penjelasan ini saya ambil dari berbagai
sumber, baik literatur, pemikiran sahabat-sahabat, dan juga pengalaman hidup
sendiri (hehehe).
1. KATAKAN saja kalau memang itu menenangkan dan pada akhirnya memberikan dampak positif buat kamu sang pencinta (hihihi).
Masih ingat program reality show jadul “Katakan Cinta”? (ini mah beken banget pas jaman gue es-em-pe doeloe). Yap, program ini mendukung dan bahkan memfasilitasi cewek atawa cowok yang naksir sama lawan jenisnya dan kepengen banget buat nunjukin perasaannya itu. Bisa dengan berbagai macam cara, berbagai macam properti, daan di berbagai tempat. Salah gak sih nunjukin perasaan itu?(oya, yang perlu digarisbawahi disini, nunjukin perasaan itu mah ga mesti loe kudu jadiin dia pacar loe! Alias nembak, sesodara sama ngajak orang buat jadi pacar kita. Mo pacaran atau nggak itu tergantung masing-masing tiap individu. Silakan menentukan pilihan^^) .
Oya sampai lupa, Salah gak sih nunjukin perasaan itu? Itu mah relatif kawan. kata sebagian orang cinta itu harus ditunjukkan kalo nggak si doi bakal cepat (secepat gledek) disamber orang. Bagi kamu yang merasa emang perlu untuk mengungkapkan perasaan cinta itu, dan merasa tenang jika melakukannya, monggo dilakukan. Tapi ingat kudu di ingat, ada banyak resiko yang harus kamu tanggung setelah ini. Resiko yang bagus si Doi juga ternyata memendam perasaan yang sama dengan dirimu (pucuk di cinta ulam pun tiba!) dan resiko terburuknya kamu harus siap (nyiapin se Box tissue juga) jika ternyata si Doi nggak ada perasaan blassss sm kamu (Cinta ditolak, jangan ke mbah dukun please..^^).
2. Cinta terpendam? Why Not?
Apakah kudu harus mesti wajib menyatakan cinta pada sang pujaan hati pemilik cinta kita? Seperti yang saya katakan sebelumnya, mungkin sebagian orang berpendapat menyatakan cinta itu wajib, kalo nggak sakit banget rasanya men! Lah, itu baru sebagian, sebagian yang lain pade kemana cin?
1. KATAKAN saja kalau memang itu menenangkan dan pada akhirnya memberikan dampak positif buat kamu sang pencinta (hihihi).
Masih ingat program reality show jadul “Katakan Cinta”? (ini mah beken banget pas jaman gue es-em-pe doeloe). Yap, program ini mendukung dan bahkan memfasilitasi cewek atawa cowok yang naksir sama lawan jenisnya dan kepengen banget buat nunjukin perasaannya itu. Bisa dengan berbagai macam cara, berbagai macam properti, daan di berbagai tempat. Salah gak sih nunjukin perasaan itu?(oya, yang perlu digarisbawahi disini, nunjukin perasaan itu mah ga mesti loe kudu jadiin dia pacar loe! Alias nembak, sesodara sama ngajak orang buat jadi pacar kita. Mo pacaran atau nggak itu tergantung masing-masing tiap individu. Silakan menentukan pilihan^^) .
Oya sampai lupa, Salah gak sih nunjukin perasaan itu? Itu mah relatif kawan. kata sebagian orang cinta itu harus ditunjukkan kalo nggak si doi bakal cepat (secepat gledek) disamber orang. Bagi kamu yang merasa emang perlu untuk mengungkapkan perasaan cinta itu, dan merasa tenang jika melakukannya, monggo dilakukan. Tapi ingat kudu di ingat, ada banyak resiko yang harus kamu tanggung setelah ini. Resiko yang bagus si Doi juga ternyata memendam perasaan yang sama dengan dirimu (pucuk di cinta ulam pun tiba!) dan resiko terburuknya kamu harus siap (nyiapin se Box tissue juga) jika ternyata si Doi nggak ada perasaan blassss sm kamu (Cinta ditolak, jangan ke mbah dukun please..^^).
2. Cinta terpendam? Why Not?
Apakah kudu harus mesti wajib menyatakan cinta pada sang pujaan hati pemilik cinta kita? Seperti yang saya katakan sebelumnya, mungkin sebagian orang berpendapat menyatakan cinta itu wajib, kalo nggak sakit banget rasanya men! Lah, itu baru sebagian, sebagian yang lain pade kemana cin?
Jangan
salah, ada juga sebagian yang lain yang berpendapat bahwa, “I’m still strong
without tell my love to you”. Orang-orang inilah yang mungkin punya jiwa yang
kuat, kuat nahan perasaan, kuat tegar, kuat ngelihat si Doi jalan sama
cewek/cowok lain, kuat nangis, kuat ngabisin tissue, kuat makan, loh?
Inilah manusia, ada berbagai corak dan tipe, everybody has their own way! Jangan dikira, yang suka mendam perasaan mereka adalah orang yang gak punya nyali, nggak PD, nggak mbois, de el el. Mereka punya pilihan dan mereka berdiri di atas pilihannya. Tidak gampang memang, tapi hidup itu pilihan. Kadang perasaan memendam seperti itu justru membuat mereka semakin termotivasi, “Aku harus memantaskan diriku sendiri dulu sebelum jadi orang yang bener-bener "pantas" untuk dia” ^^.
3. Cari kegiatan positif.
Open your eyes, Open your mind, open your hearts (Tapi jangan open jilbab yak). Yang perlu disadari disini, hidup itu bukan Cuma perkara Ce-I-eN-Te-A. Ada seabrek rutinitas yang juga perlu dilakukan dalam hidup ini. Pernah denger ada orang bilang begini: orang yang sukse hidupnya adalah orang yang memiliki hidup yang bermanfaat, artinya apa yang dia kerjakan bisa bermanfaat, bermanfaat untuk dia, dan orang-orang sekitarnya, apalagi kalo cerita hidup dia bisa jadi kado cerita untuk anak cucu kelak. (amiiiin).
Inilah manusia, ada berbagai corak dan tipe, everybody has their own way! Jangan dikira, yang suka mendam perasaan mereka adalah orang yang gak punya nyali, nggak PD, nggak mbois, de el el. Mereka punya pilihan dan mereka berdiri di atas pilihannya. Tidak gampang memang, tapi hidup itu pilihan. Kadang perasaan memendam seperti itu justru membuat mereka semakin termotivasi, “Aku harus memantaskan diriku sendiri dulu sebelum jadi orang yang bener-bener "pantas" untuk dia” ^^.
3. Cari kegiatan positif.
Open your eyes, Open your mind, open your hearts (Tapi jangan open jilbab yak). Yang perlu disadari disini, hidup itu bukan Cuma perkara Ce-I-eN-Te-A. Ada seabrek rutinitas yang juga perlu dilakukan dalam hidup ini. Pernah denger ada orang bilang begini: orang yang sukse hidupnya adalah orang yang memiliki hidup yang bermanfaat, artinya apa yang dia kerjakan bisa bermanfaat, bermanfaat untuk dia, dan orang-orang sekitarnya, apalagi kalo cerita hidup dia bisa jadi kado cerita untuk anak cucu kelak. (amiiiin).
Banyak hal sih yang bisa dilakuin buat nyingkirin (sementara) urusan cinta. Kalo anak sekolahan atau anak kuliahan rata-rata make cara aktif di sekolah/kampus, ya aktif di OSIS, PRAMUKA, ROHIS, PMR, KIR, olimpiade, dan lainnya. Tergantung minat, bakat, dan kemampuan masing-maing. Percayalah, itu sangat bermanfaat dari sekedar menghabiskan tissue karena mbolak mbalik mbolak nangis, atau diapelin Jtiap malem (menurut saya, brow).
4. Punya Nyali? Menikah aja deh ^^
Jika sudah amat sangat teramat tidak bisa lagi membendung hasrat cinta yang dimiliki dengan cara apapun..MENIKAHLAH!
Islam sangat menjaga kehormatan umatnya. Salah satunya adalah dengan membuat aturan agar perasaan cinta terhadap lawan jenis berjalan semestinya. Rasulullah SAW pernah mengingatkan jika dua orang berlainan jenis menyepi, maka yang ketiga adalah syetan.
Mengapa
Islam melarang dua orang berlainan jenis menyepi, dan menyentuh lawan jenis?
Hal inilah yang menunjukkan bahwa Islam memuliakan manusia. Sebab, orang yang
melakukan dua perbuatan tadi sebelum ada ikatan perkawinan akan bisa
menghantarkan pada perbuatan yang keji. Jika sudah jatuh pada perbuatan keji,
maka Allah akan mencabut rasa cinta dan sayangnya pada orang tersebut. Maka,
cinta yang diridhai Allah, adalah cinta yang terbingkai dalam ikatan perkawinan
(amat sangat teramat cinta pada calon suamiku ^^).
Makanya, pemuda yang sudah siap, dianjurkan untuk segera menikah. Cinta orang yang sudah menikah itu lebih mentrentramkan daripada sebelum menikah. Cinta yang dinaungi pernikahan katanya justru menjadi penyemangat sejati. Semua kebaikan akan didapat, semua pintu rejeki akan dibuka, dan semua urusan akan dimudahkan. Rasulullah SAW bersabda: "Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang telah mampu untuk kawin maka hendaklah ia kawin, karena kawin itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiap yang belum mampu nikah, maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa itu akan menjadi perisai baginya" (HR. Bukhari-Muslim). Cinta yang terbingkai dalam ikatan perkawinan adalah cinta yang dapat membawa manfaat, dan terhindar dari dosa.
Well, semoga coretan jelek saya ini bermanfaat.. hanya sekelumit pendapat dari seabrek pemikiran yang berebut keluar dari otak ini.
Makanya, pemuda yang sudah siap, dianjurkan untuk segera menikah. Cinta orang yang sudah menikah itu lebih mentrentramkan daripada sebelum menikah. Cinta yang dinaungi pernikahan katanya justru menjadi penyemangat sejati. Semua kebaikan akan didapat, semua pintu rejeki akan dibuka, dan semua urusan akan dimudahkan. Rasulullah SAW bersabda: "Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang telah mampu untuk kawin maka hendaklah ia kawin, karena kawin itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiap yang belum mampu nikah, maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa itu akan menjadi perisai baginya" (HR. Bukhari-Muslim). Cinta yang terbingkai dalam ikatan perkawinan adalah cinta yang dapat membawa manfaat, dan terhindar dari dosa.
Well, semoga coretan jelek saya ini bermanfaat.. hanya sekelumit pendapat dari seabrek pemikiran yang berebut keluar dari otak ini.