Bagaimana pendidikan Indonesia saat ini?
Apa yang dapat mempengaruhi kemajuan pendidikan suatu negara?
Apa pendapat Anda ketika ditanya, “Bagus tidak pendidikan di Indonesia saat ini?” Saya yakin sebagian besar dari Anda pasti akan menjawab “TIDAK atau KURANG BAGUS”. Pertanyaan selanjutnya, sadarkah Anda mengapa hal itu bisa terjadi? Pendidikan adalah ujung tombak perubahan sebuah negeri. Pendidikan dipandang mampu menjadi jembatan menuju kemajuan,. Namun, tulisan ini tidak akan membahas mengapa pendidikan di Indonesia tidak kunjung maju, akan tetapi apa yang harus dilakukan untuk memajukan pendidikan di negeri ini.
Ketika Jepang dibom atom di Kota Hiroshima dan Nagasakhi, Kaisar Jepang mengajukan satu pertanyaan kepada Perdana Menteri, “Berapa jumlah Guru yang masih ada?” Pertanyaan Sang Kaisar ini menurut telinga orang Indonesia mungkin dianggap pertanyaan yang sangat tidak masuk akal. Jika orang Indonesia yang bertanya, pasti pertanyaan-pertanyaan yang diajukan akan berbunyi seperti ini, “Berapa jumlah korban yang meninggal, luka berat, luka ringan, yang sudah ditemukan dan sebagainya dan sebagainya. Padahal, kalau kita mau merenung sejenak, sebenarnya hal yang ditanyakan Sang Kaisar adalah sebuah pertanyaan yang mendasar dan mengandung filosofi yang sangat tinggi bagi masa depan bangsa Jepang.
Kaisar berkeyakinan bahwa untuk membangun masa depan Jepang sangat diperlukan Guru. Gurulah yang diyakini Kaisar Jepang sebagai agent of change masa depan Bangsa. Dan hasilnya seperti yang kita lihat sekarang. Negeri matahari terbit ini menjadi negara maju di hampir semua bidang kehidupan. Prolog di atas mari kita gunakan untuk mencermati, bagaimana pendidikan di negara tercinta ini. Sampai hari ini pendidikan bangsa Indonesia masih tertinggal dengan negara tetangga ASEAN seperti Singapura dan Malaysia. Mengapa demikian? Salah satu faktor yang mempunyai andil besar dalam dunia pendidikan yang sampai sekarang belum mendapat citra sebagaimana mestinya yaitu faktor Guru.
Menjadi seorang guru tidaklah mudah, tentu yang dimaksud disini adalah menjadi seorang guru yang benar-benar digugu dan ditiru oleh anak didiknya. Guru kaya, salah satu kesuksesannya tergantung dari kemampuan memanfaatkan talentanya dalam pengembangan diri dan dunia pengajarnya. Setidaknya terdapat dua talenta diri yang akan memaksimalkan profesi guru, yaitu terkait dengan perilaku, ada potret diri terbaik dalam nuansa pengajaran, yaitu sikap sanguinis dan melankolis dan terkait dengan pengembangan diri, ada pola pikir terbaik dalam menjalankan profesi sebagai guru yaitu, intuiting dan feeling.
Sedangkan empat preferensi yang dibawa sejak lahir adalah preferensi sensing, preferensi intuiting, preferensi feeling, dan preferensi thinking. Menjadi guru kaya bukan apa yang harus dilakukan untuk menjadi kaya, tapi bagaimana berfikir secara kaya terhadap profesi dan mampu membaca peluang-peluang di dalamnya.
Guru kaya selalu terbuka terhadap masukan baru, selalu mencari solusi terbaik dari suatu permasalahan, mempunyai mindset collaboration, belajar dari kesalahan, selalu siap menghadapi resiko, mempunyai daya respon yang cukup besar, dorongan untuk saling memiliki, selalu terbuka terhadap setiap perubahan dan mempunyai visi yang sangat kuat.
#itulah sedikit pemikiran saya,beberapa saya ambil pendapat dari sumber lain yang saya kembangkan sendiri.
<to be continued>
JAYALAH GURU NKRI :D