Berbicara mengenai
pemuda tidak akan ada habisnya.
Setiap
detik bumi ini melahirkan pemuda-pemuda baru yang sejatinya akan melanjutkan
estafet pembangunan negeri. Tak salah memang, jika banyak orang beranggapan
bahwa kemajuan suatu bangsa bergantung dari bagaimana sosok pemuda-pemudanya.
Lalu, siapa dan bagaimana seharusnya sosok pemuda itu?
Yusuf Qardhawi, seorang
cendekiawan muslim asal Mesir yang berani dan kritis, mengibaratkan sosok
pemuda laksana matahari saat jam 12 siang, dimana saat itu matahari akan
bersinar paling terang dan paling panas. Seorang pemuda pun demikian, ia memiliki
tanggung jawab yang besar, tanggung jawab untuk menjadi penerang bagi kaumnya
yang buta, untuk menjadi penyemangat bagi ia yang lemah, untuk menjadi bara
yang akan mengubur keputusasaan dan melahirkan kilau harapan baru, begitulah
sejatinya seorang pemuda.
Sejarah sendiri telah
mencatat berbagai peran penting pemuda dalam perjalanan perubahan bangsa ini, sebut
saja era kemerdekaan dahulu. Masih jelas terukir dalam benak kita, bagaimana
pemuda-pemuda negeri ini berpeluh darah berjuang merebut hak kemerdekaan yang
seharusnya telah menjadi milik kita sejak 3,5 abad silam. Lalu setelah itu,
apakah kita hanya sebatas diam, menyimpan semua perjuangan mereka dalam
sanubari yang paling dalam, atau mengukirnya dengan tinta emas yang paling
mahal?Tidak! Bukan itu yang mereka inginkan.
Menjadi seorang pemuda agaknya
kita harus memperhatikan prinsip “Talk
Less Do More”. Bolehlah kita bersuara lantang di luar sana, memprotes
berbagai kebijakan A dan B yang melanggar koridor ideologi kita.Tapi kita
jangan sampai lupa siapa diri kita. Kitalah sang pemuda. Mau kita bawa kemana
negeri ini? Hanya kita yang punya jawabnya.
Tidak usah memulai
dengan sesuatu yang “wah”, cukup kita lihat sekeliling kita. Sudahkah setiap
anak di sekeliling kita mendapat pendidikan yang layak? Ataukah banyak dari mereka
yang masih harus hidup dengan bayang-bayang kecemasan akan masa depan mereka
nantinya? Lalu siapa yang bertanggung jawab akan pendidikan mereka? Guru? Atau
presidenkah? Tentu tidak hanya mereka, tapi kita bersama, kita yang merasa
menjadi warga negara republik ini. Sekarang kita adalah tonggak negeri ini.Tapi
kita, “sang pemuda”, harus mempersiapkan mereka, “sang penerus”, untuk menjadi
tonggak negeri ini di masa depan.
Lalu apa yang harus
kita lakukan? Apa yang bisa kita berikan? Tanya diri kita, kita yang lebih tau
apa yang dapat kita berikan untuk mereka, entah itu ilmu, atau apapun yang bisa
kita berikan dan dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak. Sekarang kitalah
sang pemuda, dan masa depan bangsa ada di tangan kita. Karena sebuah pemuda,
sebuah pembaharuan.
Yah, inilah sedikit pemikiran saya, dengan bahasa yang masih acak-acakan. maklum masih belajar menulis sobat :). SELAMAT HARI PEMUDA. MAJU TERUS PEMUDA-PEMUDI INDONESIA!

No comments:
Post a Comment