What you do makes a difference, and you have to decide what kind of difference you want to make (Jane Goodall). Lets inspired each other. “”

Friday, 28 October 2011

Pemuda sang pembaharu

Berbicara mengenai pemuda tidak akan ada habisnya. Setiap detik bumi ini melahirkan pemuda-pemuda baru yang sejatinya akan melanjutkan estafet pembangunan negeri. Tak salah memang, jika banyak orang beranggapan bahwa kemajuan suatu bangsa bergantung dari bagaimana sosok pemuda-pemudanya. Lalu, siapa dan bagaimana seharusnya sosok pemuda itu?
Yusuf Qardhawi, seorang cendekiawan muslim asal Mesir yang berani dan kritis, mengibaratkan sosok pemuda laksana matahari saat jam 12 siang, dimana saat itu matahari akan bersinar paling terang dan paling panas. Seorang pemuda pun demikian, ia memiliki tanggung jawab yang besar, tanggung jawab untuk menjadi penerang bagi kaumnya yang buta, untuk menjadi penyemangat bagi ia yang lemah, untuk menjadi bara yang akan mengubur keputusasaan dan melahirkan kilau harapan baru, begitulah sejatinya seorang pemuda.
Sejarah sendiri telah mencatat berbagai peran penting pemuda dalam perjalanan perubahan bangsa ini, sebut saja era kemerdekaan dahulu. Masih jelas terukir dalam benak kita, bagaimana pemuda-pemuda negeri ini berpeluh darah berjuang merebut hak kemerdekaan yang seharusnya telah menjadi milik kita sejak 3,5 abad silam. Lalu setelah itu, apakah kita hanya sebatas diam, menyimpan semua perjuangan mereka dalam sanubari yang paling dalam, atau mengukirnya dengan tinta emas yang paling mahal?Tidak! Bukan itu yang mereka inginkan.
Menjadi seorang pemuda agaknya kita harus memperhatikan prinsip “Talk Less Do More”. Bolehlah kita bersuara lantang di luar sana, memprotes berbagai kebijakan A dan B yang melanggar koridor ideologi kita.Tapi kita jangan sampai lupa siapa diri kita. Kitalah sang pemuda. Mau kita bawa kemana negeri ini? Hanya kita yang punya jawabnya.
Tidak usah memulai dengan sesuatu yang “wah”, cukup kita lihat sekeliling kita. Sudahkah setiap anak di sekeliling kita mendapat pendidikan yang layak? Ataukah banyak dari mereka yang masih harus hidup dengan bayang-bayang kecemasan akan masa depan mereka nantinya? Lalu siapa yang bertanggung jawab akan pendidikan mereka? Guru? Atau presidenkah? Tentu tidak hanya mereka, tapi kita bersama, kita yang merasa menjadi warga negara republik ini. Sekarang kita adalah tonggak negeri ini.Tapi kita, “sang pemuda”, harus mempersiapkan mereka, “sang penerus”, untuk menjadi tonggak negeri ini di masa depan.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Apa yang bisa kita berikan? Tanya diri kita, kita yang lebih tau apa yang dapat kita berikan untuk mereka, entah itu ilmu, atau apapun yang bisa kita berikan dan dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka kelak. Sekarang kitalah sang pemuda, dan masa depan bangsa ada di tangan kita. Karena sebuah pemuda, sebuah pembaharuan.
Yah, inilah sedikit pemikiran saya, dengan bahasa yang masih acak-acakan. maklum masih belajar menulis sobat :). SELAMAT HARI PEMUDA. MAJU TERUS PEMUDA-PEMUDI INDONESIA!


 

No comments:

Post a Comment